hari ini mantan presiden kita yang kedua udah ga da. kalo aku lihat pemakamannya tadi di TV, wah..banyak banget yang ikut pemakamannya, meskipun pemakamannya ga sesuai dengan waktu yang beliau pengen (sebelum dzuhur), karena pas mau dikubur kalo di kampus aku tuh udah adzan, bahkan dikubur setelah adzan….hmmm….
tapi sebenarnya bukan itu yang mau gw bahas, sebuah cerita….yang bikin kamu semua ga mau kehilangan dan pasti akan berbuat sesuatu buat dia….ini surat buat semua papa dan mama yang ada didunia ini….untuk mereka dan kasih sayang mereka….
“Papa Baca yang Keras ya…”
=====================
“…papa baca keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa
denger”
Pada suatu malam Budi, seorang eksekutif sukses,
seperti biasanya sibuk memperhatikan berkas-berkas
pekerjaan
kantor yang dibawanya pulang ke rumah, karena keesokan
harinya ada rapat umum yang sangat
penting dengan para pemegang saham. Ketika ia sedang
asyik
menyeleksi dokumen kantor tersebut, Putrinya Jessica
datang
mendekatinya, berdiri tepat
disampingnya, sambil memegang buku cerita baru.
Buku itu bergambar seorang peri kecil yang imut, sangat
menarik perhatian Jessica, “Pa liat”! Jessica berusaha
menarik perhatian ayahnya. Budi menengok ke arahnya,
sambil
menurunkan kaca matanya, kalimat yang keluar hanyalah
kalimat basa-basi “Wah,. Buku Baru ya Jes?”,
“Ya papa” Jessica berseri-seri karena merasa ada
tanggapan
dari ayahnya. “Baca in Jessi dong pa” pinta Jessica
lembut,
“Wah papa sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh”
sanggah
budi dengan cepat. Lalu ia
segera mengalihkan perhatian nya pada kertas-kertas yang
berserakkan didepannya, dengan serius.
Jessica bengong sejenak, namun ia belum menyerah.
Dengan suara lembut dan sedikit manja ia kembali merayu
“pa,
mama bilang papa mau baca untuk jessi”
Budi mulai agak kesal, “Jes papa sibuk, sekarang
Jessi suruh mama baca ya”
“pa, mama cibuk, terus, papa liat gambarnya
lucu-lucu”, “Lain kali
Jessica, sana ! papa lagi banyak kerjaan” Budi
berusaha memusatkan perhatiannya pada lembar-lembar
kertas
tadi, menit demi menit berlalu, Jessica menarik nafas
panjang dan tetap disitu, berdiri ditempatnya penuh
harap,
dan tiba -tiba ia mulai lagi. “pa,.. gambarnya bagus,
papa
pasti suka”, “Jessica, PAPA BILANG, LAIN KALI !! ” kata
Budi
membentaknya
dengan keras, Kali ini Budi berhasil, semangat Jessica
kecil
terkulai, hampir menangir, matanya berkaca-kaca dan ia
bergeser menjauhi ayahnya ” Iya
pa,. lain kali ya pa?”
Ia masih sempat mendekati ayahnya dan sambil
menyentuh lembut tangan ayahnya
ia menaruh buku cerita di pangkuan sang Ayah. “pa
kalau papa ada waktu, papa baca keras-keras ya pa,
supaya
Jessica bisa denger” Hari demi hari telah berlalu, tanpa
terasa dua pekan telah berlalu namun permintaan Jessica
kecil tidak pernah terpenuhi, Buku cerita Peri imut,
belum pernah dibacakan bagi dirinya,.Hingga suatu sore
terdengar suara hentakan keras “Buukk!!”
beberapa tetangga melaporkan dengan histeris bahwa
Jessica kecil terlindas kendaraan seorang pemuda mabok
yang
melajukan kendaraannya dengan kencang didepan rumah
Budi.
Tubuh Jessica mungil terhentak
beberapa meter, dalam keadaan yang begitu panik
ambulance
didatangkan secepatnya, selama perjalanan menuju rumah
sakit
, Jessica kecil sempat berkata
dengan begitu lirih “Jessi takut pa, jessi takut ma,
Jessi
sayang papa mama “
darah segar terus keluar dari mulutnya hingga ia tidak
tertolong lagi ketika
sesampainya di rumah sakit terdekat.
Kejadian hari itu begitu mengguncangkan hati nurani
Budi, Tidak ada lagi waktu tersisa untuk memenuhi sebuah
janji. Kini yang
ada hanyalah penyesalan Permintaan sang buah hati yang
sangat sederhana,..
pun tidak terpenuhi. Masih segar terbayang dalam ingatan
budi tangan mungil anaknya yang memohon kepadanya untuk
membacakan sebuah cerita, kini
sentuhan itu terasa sangat berarti sekali, “,…papa
baca
keras-keras ya pa,
supaya Jessica bisa denger”
kata-kata jessi terngiang-ngiang kembali.
Sore itu setelah segalanya telah berlalu, yang
tersisa hanya keheningan dan kesunyian hati, canda dan
riang
Jessica kecil tidak akan terdengar lagi, Budi mulai
membuka
buku cerita peri imut yang
diambilnya perlahan dari onggokan mainan Jessica di
pojok
ruangan. Bukunya
sudah tidak baru lagi, sampulnya sudah usang dan koyak.
Beberapa coretan tak berbentuk menghiasi lembar-lembar
halamannya seperti sebuah kenangan indah dari Jessica
kecil.
Budi menguatkan hati, dengan mata yang berkaca-kaca ia
membuka halaman pertama dan membacanya dengan sura
keras,
tampak sekali ia
berusaha membacanya dengan keras, Ia terus membacanya
dengan
keras-keras halaman demi halaman, dengan berlinang air
mata.
“Jessi dengar papa baca ya”
selang beberapa kata,..hatinya memohon,.lagi “Jessi
papa
mohon ampun nak”
“papa sayang Jessi”
Seakan setiap kata dalam bacaan itu begitu menggores
lubuk hatinya, tak kuasa menahan itu Budi bersujut dan
menagis,..memohon satu
kesempatan lagi untuk mencintai.
Seseorang yang mengasihi selalu mengalikan
kesenangan dan membagi kesedihan kita,
Ia selalu memberi PERHATIAN kepada kita
Karena ia Peduli kepada kita
ADAKAH “PERHATIAN TERBAIK” ITU BEGITU MAHAL BAGI
MEREKA?
BERILAH “PERHATIAN TERBAIK” WALAUPUN ITU HANYA
SEKALI
Bukankah Kesempatan untuk memberi perhatian kepada
orang-orang yang kita
cintai itu sangat berharga ?
DO IT NOW
Berilah “PERHATIAN TERBAIK” bagi mereka yang kita
cintai
LAKUKAN SEKARANG !! KARENA HANYA ADA SATU KESEMPATAN
UNTUK MEMPERHATIKAN DENGAN HATI KITA