Arsip untukFebruari, 2009

Apa KAbar Palestina?

Hm,,,,apa kabar ya palestina? Dunia yang saat ini sedang dipegang oleh kapitalisme sangatlah kejam kepada dunia timur (Islam)…kita bagaikan mangsa yang sedang diburu oleh binatang-binatang yang sedang memantau kita. Tapi sayangnya kita semua ga sadar dengan hal itu? Kita banyak tapi kita itu bagaikan buih dilautan, ga ada gunanya sama sekali. kita bagaikan debu yang tertiup angin, selalu terbang sesuai dengan keinginan angin. Paletina adalah satu dari sejuta permasalahan kita, dan banyak yang tidka sadar dengan itu. kita diadu domba, kita diperlakukan semena-mena, kita ga punya martabat dan kehormatan dihadapan mereka (Kapitalisme)… pemikiran kita diobok2 oleh mereka, yang secara ga sadar kita masuk kedalam perangkap mereka, kita rapuh, kita sakit, akut, dan diperkirakan tidak lama lagi kita akan mati membusuk dimakan oleh anjing-anjing mereka, dan saat kita terjatuh lalu mati maka mereka akan berpesta, gembira, dan tertawa terbahak-bahak.

Mereka ga peduli kita statusnya muslim atau bukan, yang penting pemikiran kita, jasad kita, semuanya ditentukan oleh mereka, kenapa kita kayak gini? terlalu rumit untuk mengulur benang kusut yang ada di dalam diri kita ini, kita rusak, tak berguna, kita hanya dijadikan boneka tunggangan orang-orang yang memiliki nafas kapitalisme… sadarkah kita???

Kasus palestina sangat terlihat sekali, media begitu mempermainkan perasaan kita semua, atas nama “capital” mereka mampu untuk memperlihatkan kelemahan kita, atas nama “kebebasan” mereka mampu meracuni pemikiran kita, atas nama “hak” mereka seenaknya saja mempermainkan jasad kita, begitu tidak berharganya mereka….

tahukah kalian, apa yang terjadi dengan dunia, dan apa yang akan terjadi dengan kita jika kita hanya jalan ditempat tanpa berfikir untuk berjalan dan berlari dari lingkaran setan ini? jika kita tidak melihat bahwa disekeliling kita itu adalah musuh dalam selimut, what should we do??? think globally act locally…..

Salahkah GOLPUT???

Tahun 2009 adalah tahun yang menentukan nasib para parpol di Indonesia, pasalnya tahun ini akan diselenggarakan pesta demokrasi secara besar-besaran yang diselenggarakan 5 tahun sekali dimana rakyat akan digiring untuk memilih anggota partai politik yang akan duduk di lembaga legislatif dan pada pertengahan tahun akan di selenggarakan pemilihan presiden RI periode 2009-2013. Sudah banyak poster, baligo, hingga iklan di media cetak dan elektronik yang mempublikasikan para anggota parpol tersebut. Bahkan ada juga bakal calon Presiden yang sudah curi-curi perhatian masyarakat lewat beberapa iklan di TV. Namun saat ini diperkirakan kepercayaan masyarakat terhadap para wakil rakyat tersebut mulai luntur. Pasalnya dari tahun 2008 semenjak adanya pemilihan kepala daerah di beberapa daerah di Indonesia yang mendapatkan angka tertinggi adalah justru masyarakat yang tidak memilih alias GOLPUT. Sebenarnya ini bukanlah berita yang aneh karena sejak tahun 1955, yaitu pemilu pertama yang diselenggarakan di Indonesia tercatat hanya 90% rakyat yang memilih. Akan tetapi, angka tersebut semakin meningkat sehingga menimbulkan kepanikan parpol karena khawatir akan mengancam eksistensi para parpol tersebut.

Ditengah kepanikan para parpol tersebut muncullah cahaya terang yang datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yaitu sebuah fatwa yang menganjurkan masyarakat untuk mempergunakan hak pilihnya dalam pesta demokrasi mendatang bahkan bahasa ekstrimnya disebut bahwa GOLPUT itu HARAM!!! Hal ini karena dianggap sesuatu yang penting demi kemaslahatan rakyat Indonesia juga, katanya. Padahal jika kita mengevaluasi setiap pemilu yang telah diselenggarakan dari dulu sampai sekarang, wakil rakyat yang telah dipilih tersebut tidaklah mempergunakan kewajibannya untuk mengaspirasikan suara rakyat. Bahkan mereka cenderung mempergunakan hak mereka sebagai Pegawai pemerintah. Dengan demikian wajar jika kondisi rakyat dari tahun ke tahun semakin parah dan tercekik. Jadi, salahkan jika kita tidak memilih wakil rakyat yang tidak amanah? Tidak jujur? Tidak mementingkan kepentingan rakyat?

Kisah Bapak Penjual Kripik Singkong

Siang yang cukup terik dan tidak mendung seperti biasanya di daerah Dipatiukur, depan warnet Green Herbs, daerah sekitar ITHB (Institute Teknologi Harapan Bandung), saya dan kawan-kawan yang saat itu sedang asyik membahas tentang maraknya AIDS di Bandung, tersayat ketika melihat seorang bapak penjual kripik singkong berjalan oleng didepan kami, tidak lama beberapa pemuda pun membantu bapak tersebut untuk istirahat dan duduk sejenak. Bapak penjual kripik singkong tersebut berasal dari Malangbong (Garut) dan sengaja datang ke Bandung untuk menjualkan Kripik Singkong dengan cara ditanggung seharga Rp. 3.500,- yang merupakan barang punya orang lain dan harus menyetorkannya pada hari itu juga. Bapak tersebut sangat resah dan bingung karena sebelumnya beliau telah ditipu oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab dan aku fikir dia sangat jahat! Seseorang yang menipu bapak tersebut pura-pura mengambil 15 buah kripik singkongnya dan berjanji akan kembali dengan membawa uang untuk membayar kripik-kripik tersebut, namun seiring berjalan waktu seseorang tersebut pun tak kunjung datang, padahal bapak penjual kripik itu sudah menungggu lama. Awalnya para pemuda yang membantu bapak tersebut akan mencari seseorang itu, namun bapak penjual kripik khawatir kesorean karena harus kejar setoran. Sungguh malang nasib bapak tersebut, umurnya yang sudah tua, tangannya yang gemetar mengingatkanku pada almarhum kakek. Teman-teman yang lain menggerutu dengan kejadian itu, mereka bertanya-tanya kenapa bapak tersebut harus bekerja dan mengapa anak-anaknya tidak membantu?

Aku fikir, ini fakta di depan mata bagaimana mayoritas manusia di dunia saat ini sangat individualis dan mereka hanya mementingkan nasib mereka sendiri. Tidak hanya kepada kawan-kawannya bahkan keluarga pun dibiarkan begitu saja. Para tetangga di sekitarnya pun memiliki perasaan segan dan tidak enak jika membantu dan memberi saran karena sangking kita dididik menjadi manusia yang individualis. Negara pun tidak berfungsi sama sekali meskipun negara memiliki otoritas yang tertinggi dalam kehidupan ini. Semuanya sama sekali tidak berfungsi ketika Sistemnya tidak diubah sampe kapan pun. Aku heran dengan orang-orang, kenapa kita semuanya masih nyaman hidup di dunia yang serba hedonis, serba liberal teu puguh tanpa aturan yang jelas hingga teori homo homini lupus pun berlaku saat ini, dimana yang kuat yang akan menang. Semua mencoba menjadi cannibal untuk kejayaan dan atas dasar kepentingan pribadi semuanya halal. Dan semua itu tidak ada batasannya,tidak ada aturan yang jelas dan adil, aturan hanya berlaku bagi orang-orang yang memiliki kepentingan. Negara sebagai struktur tertinggi hanya menjadi hiasan belaka dan cacat selamanya. Oleh karena itu wajar jika ada kasus seperti diatas, itu adalah satu dari sejuta masalah yang ada, dan kita hanya diam????!!!! Semakin mengerikan hidup ini…. Kita Hanya diam??????!!! Padahal kita dapat berbuat sesuatu untuk mengubah semuanya menjadi lebih baik. Ada statement yang menarik ketika aku dan teman-teman membahas tentang Maraknya AIDS di Bandung, dia bilang bahwa ”segala sesuatu berasal dari Agama”, sebenarnya ini adalah kata yang ambigu bagi saya, karena yang namanya agama itu banyak, kecuali jika kita ingin mencari sesuatu yang sempurna dari sebuah agama, hanya ISLAM yang punya!!!