Arsip untukOktober, 2008

Puisi Menyedihkan

Malam itu aku mendengar seorang bayi menangis dalam dekapan ibunya
Aku bertanya “mengapa? Mengapa bayi itu menangis dengan keras?”
Terlintas dalam benakku untuk melihat ratapannya
Aku lihat dari balik tirai lusuh dalam gelap suara angina yang menggigit nadiku
Seorang bayi terdekap dalam dekapan seorang ibu yang mati
Mati dalam kepedihan karena tak berdaya menahan tangis anaknya
Seperti longlongan malam yang telah merampas jiwaku
Aku tak mengerti semua ini
Semua berbicara “aku!!!”
Tapi tak ada yang mau peduli dengan segenggam pasir dalam perut seorang bayi
Terhentak aku mendengar suara nyaring dari balik bamboo
Seorang pria berbadan besar nan subur tampak bahagia dengan baju merah bak raja
Aku heran dengannya mengapa harus seperti itu
Aku lihat seekor srigala menjerit dibawah sinar purnama
Dengan mata lurus dia melihat pria berbaju merah sedang tertawa terbahak-bahak
Aku heran “ada apa ini?”
Satu lapangan berisi rumput kering dan basah bersamaan hidup dalam satu musim
Tapi tak nampak indah karena berbeda gizi
Semakin besar pertanyaan dalam benakku
Mengapa mereka berbeda?
Ribuan semut menghampiri bayi yang sedang bersorak dalam malam tanpa dekapan hangat sang ibu
Mencoba melayani dan tersenyum untuk sang bayi,
Padahal aku tahu dia tak lama lagi mati
Dalam balik dinding yang lain, aku lihat semua hewan bertinju biru mengangkat dagu bak seorang penguasa yang tak tertandingi
Mereka bangga dalam kegelapan
Bersorak ria dalam kepedihan
Dimanakah wahai sang prajurit? Yang akan mencoba menjadikan semua lapangan rumput menjadi hijau
Rindu aku dengan senyumanmu
Rindu aku akan canda tawamu
Bulan telah bertutup malu, meski berganti tapi tetap tak bernyali
Aku bahagia karena semua orang bersorak riang
Tapi aku tetap sedih dengan ritual yang tak berarti ini
Ini tetap menyisakan luka dalam hati sang bayi bahkan bertambah pedih
Aku tak rela melihat ini
Kembalilah….kembali untuk merangkulnya wahai pria berbaju merah!!!
Jangan biarkan amanahmu terlalaikan oleh hidupmu
Ajak aku dan akan aku ajak untuk menenangkan sang bayi putih tak berdosa..

Misi Di Sebuah Planet


Aha….!!!! Tahukah sodara bahwa judul diatas merupakan judul sebuah buku, sama banget judulnya….
kalo dirasain sie judul itu cukup berat, tapi kalo dijalanin seru abis!!! Kehidupan ini bagaikan permen nano-nano, manis, asem, asin, rame banget rasanya…..!!!! Upi belum pernah merasakan hidup serame ini. Pernahkah kita merasakan goncangan yang dahsyat dan perasaan yang begitu berat ketika menghadapi sesuatu yang diluar dugaan kita. Inilah MISI DI SEBUAH PLANET…… Hmmmm….. Kenapa upi tulis judul ini?

Semua itu berawal ketika suatu malam,,,yah bada isyalah, upi ngopy film “WALL E” ( hehehehe norak!!!) yang bercerita tentang kehidupan masa depan yang serna gersang tanpa adanya makhluk indah nan hijau di bumi ini yang bernama tanaman. Bahkan sebagian besar manusia yah boleh dikatakan semua manusia tidak ingin hidup di bumi sangking tidak adanya kehidupan yang hijau pada waktu itu. Semua manusia pesimis dengan kehidupan di bumi hingga akhirnya mereka memutuskan untuk hidup instan dan enak di sebuah kapal buesar dimana mereka bisa melakukan apapun dengan santai dan tanpa harus mengeluarkan keringat yang berlebihan, mereka tinggal duduk dan menikmati kehidupan sesuai keinginan mereka, santai,,,serba ada,,serba enak,,,,kalo mau apapun tinggal panggil robot, yah boleh dibilang surganya dunia, tapi disatu sisi mereka tidak sadar bahwa itu adalah malapetaka bagi mereka, hingga akhirnya sang kapten kapal tersebut merindukan adanya kehidupan yang layak, selayaknya manusia. Tapi dia pun bingung karena selama ini badannya yang sudah membengkak tidak bisa berbuat apa2, namun setiap hari dan setiap saat dia memandangi foto2 makhluk dan kehidupan nan indah di bumi pada zaman dahulu yang kini musnah, hingga akhirnya dia mengutus salah satu robotnya yang canggih dan cantik (ceritanya sie tuh robot jenis kelaminnya wanita ha ha ha aneh2 aja tuh film), namanya EVa. Eva pun harus berjuang untuk mempertahankan sebuah tanaman yang ditemukan di tempat WALL E (ceritanya ni robot tukang sampah jenis kelaminnya cowo) yang ntarnya jatuh cintrong ma EVa (Ha ha ha ha ) imajinasi yang bagus….disinilah perjuangan seru mereka.

Nah, udah nonton itu upi serem ngebayangin gimana jadinya masa depan planet bumi ini, mungkin kalo kita ga menyadari kehidupan yang sebenarnya bakal kayak gitu kali ya? Tapi setelah upi fikir2 lagi itu semua adalah imajinasinya orang-orang yang ga faham tentang arti hidup ini. Mksdnya?????

Maksud upi, dalam benak setiap orang pasti selalu ada pertanyaan yang mengganjal yang sering kali muncul tapi berhubung kita sudah diajarkan untuk tidak berfikir mendalam dan menyeluruh akhirnya jawabannya selalu instan atau jawaban yang paling singkat adalah “udahlah…capek….”. Nah jawaban itu adalah penyakit bagi akal kita, karena sebenarnya kita mampu untuk menjawabnya dengan seksama. eit!!! pertanyaannya apa neh? Pertanyaan tentang kehidupan ini, “sebenarnya kita tuh harusnya ngapain ya di planet bumi ini?”

Sempet kan nanya kayak gitu dalam hati?

Sama

hehehe……sampai2 bingung jawabnya apa!!!

Sebelum kita menjawab pertanyaan yang sederhana tapi jawabannya beribet itu, kita harus tahu kita berasal dari mana dan setelah kehidupan ini kita akan kemana. Jika kedua pertanyaan tersebut udah nemuin jawaban yang bener2 shahih maka pertanyaan diatas pun bisa kita jawab dengan shahih pula he he he…