Arsip untukJanuari, 2008

Keliru….

lucu banget hari ini…udah mah ga PD eh…dikacangin duh….menderita banget hari ini.
pasalnya aku kan disuruh ibu untuk bawa berkas yang udah dilegalisir di STIE SILIWANGI, di cimahi. trus udah gitu pas perginya aku kan naik motor…jalan ke leuwipanjang….gilaaaaaaaa jauhhhhh & ngebut2an ma pemotor yang lain!edun deh….

nah pas dibelokan leuwi gajah aku udah yakin banget ga bakal keliru pilih jalan, PD aja!eh…pas udah ditengah2,,dasar motor keren (sebenarnya yang membuat keren adalah dia bisa mempengaruhi upi ikut sama dia)!akhirnya aku kesasar lagi…keliru jalanku…duh…aku tuh belok ke jalan industri, dasar pinter!akhirnya dengan malu aku tanya ke satpam,,dia bilang “lurus neng….trus belok kanan…”
“makasih pak…” diskusi yang singkat antara pengguna motor dan satpam, entah satpam apa…

akhirnya ku teruskan perjalanan tanpa lelah, tapi lapar bo…:( hiks hiks

dan sampailah aku pada gerbang kegembiraan. STIE SILIWANGI!!!!!!Congratulation!!!
gembiranyaaaaaaaa minta ampun…
dikanan kiri banyak banget cewe cowo yang pake baju hitem putih,!ternyata mereka lagi UAS toch..bodo amat ah!
aku lanjutkan perjalanan menuju puncak eh menuju ruangan PLS (ibuku jurusan PLS duluny)…

kehilangan

hari ini mantan presiden kita yang kedua udah ga da. kalo aku lihat pemakamannya tadi di TV, wah..banyak banget yang ikut pemakamannya, meskipun pemakamannya ga sesuai dengan waktu yang beliau pengen (sebelum dzuhur), karena pas mau dikubur kalo di kampus aku tuh udah adzan, bahkan dikubur setelah adzan….hmmm….

tapi sebenarnya bukan itu yang mau gw bahas, sebuah cerita….yang bikin kamu semua ga mau kehilangan dan pasti akan berbuat sesuatu buat dia….ini surat buat semua papa dan mama yang ada didunia ini….untuk mereka dan kasih sayang mereka….

“Papa Baca yang Keras ya…”

=====================

“…papa baca keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa

denger”

Pada suatu malam Budi, seorang eksekutif sukses,

seperti biasanya sibuk memperhatikan berkas-berkas

pekerjaan

kantor yang dibawanya pulang ke rumah, karena keesokan

harinya ada rapat umum yang sangat

penting dengan para pemegang saham. Ketika ia sedang

asyik

menyeleksi dokumen kantor tersebut, Putrinya Jessica

datang

mendekatinya, berdiri tepat

disampingnya, sambil memegang buku cerita baru.

Buku itu bergambar seorang peri kecil yang imut, sangat

menarik perhatian Jessica, “Pa liat”! Jessica berusaha

menarik perhatian ayahnya. Budi menengok ke arahnya,

sambil

menurunkan kaca matanya, kalimat yang keluar hanyalah

kalimat basa-basi “Wah,. Buku Baru ya Jes?”,

“Ya papa” Jessica berseri-seri karena merasa ada

tanggapan

dari ayahnya. “Baca in Jessi dong pa” pinta Jessica

lembut,

“Wah papa sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh”

sanggah

budi dengan cepat. Lalu ia

segera mengalihkan perhatian nya pada kertas-kertas yang

berserakkan didepannya, dengan serius.

Jessica bengong sejenak, namun ia belum menyerah.

Dengan suara lembut dan sedikit manja ia kembali merayu

“pa,

mama bilang papa mau baca untuk jessi”

Budi mulai agak kesal, “Jes papa sibuk, sekarang

Jessi suruh mama baca ya”

“pa, mama cibuk, terus, papa liat gambarnya

lucu-lucu”, “Lain kali

Jessica, sana ! papa lagi banyak kerjaan” Budi

berusaha memusatkan perhatiannya pada lembar-lembar

kertas

tadi, menit demi menit berlalu, Jessica menarik nafas

panjang dan tetap disitu, berdiri ditempatnya penuh

harap,

dan tiba -tiba ia mulai lagi. “pa,.. gambarnya bagus,

papa

pasti suka”, “Jessica, PAPA BILANG, LAIN KALI !! ” kata

Budi

membentaknya

dengan keras, Kali ini Budi berhasil, semangat Jessica

kecil

terkulai, hampir menangir, matanya berkaca-kaca dan ia

bergeser menjauhi ayahnya ” Iya

pa,. lain kali ya pa?”

Ia masih sempat mendekati ayahnya dan sambil

menyentuh lembut tangan ayahnya

ia menaruh buku cerita di pangkuan sang Ayah. “pa

kalau papa ada waktu, papa baca keras-keras ya pa,

supaya

Jessica bisa denger” Hari demi hari telah berlalu, tanpa

terasa dua pekan telah berlalu namun permintaan Jessica

kecil tidak pernah terpenuhi, Buku cerita Peri imut,

belum pernah dibacakan bagi dirinya,.Hingga suatu sore

terdengar suara hentakan keras “Buukk!!”

beberapa tetangga melaporkan dengan histeris bahwa

Jessica kecil terlindas kendaraan seorang pemuda mabok

yang

melajukan kendaraannya dengan kencang didepan rumah

Budi.

Tubuh Jessica mungil terhentak

beberapa meter, dalam keadaan yang begitu panik

ambulance

didatangkan secepatnya, selama perjalanan menuju rumah

sakit

, Jessica kecil sempat berkata

dengan begitu lirih “Jessi takut pa, jessi takut ma,

Jessi

sayang papa mama “

darah segar terus keluar dari mulutnya hingga ia tidak

tertolong lagi ketika

sesampainya di rumah sakit terdekat.

Kejadian hari itu begitu mengguncangkan hati nurani

Budi, Tidak ada lagi waktu tersisa untuk memenuhi sebuah

janji. Kini yang

ada hanyalah penyesalan Permintaan sang buah hati yang

sangat sederhana,..

pun tidak terpenuhi. Masih segar terbayang dalam ingatan

budi tangan mungil anaknya yang memohon kepadanya untuk

membacakan sebuah cerita, kini

sentuhan itu terasa sangat berarti sekali, “,…papa

baca

keras-keras ya pa,

supaya Jessica bisa denger”

kata-kata jessi terngiang-ngiang kembali.

Sore itu setelah segalanya telah berlalu, yang

tersisa hanya keheningan dan kesunyian hati, canda dan

riang

Jessica kecil tidak akan terdengar lagi, Budi mulai

membuka

buku cerita peri imut yang

diambilnya perlahan dari onggokan mainan Jessica di

pojok

ruangan. Bukunya

sudah tidak baru lagi, sampulnya sudah usang dan koyak.

Beberapa coretan tak berbentuk menghiasi lembar-lembar

halamannya seperti sebuah kenangan indah dari Jessica

kecil.

Budi menguatkan hati, dengan mata yang berkaca-kaca ia

membuka halaman pertama dan membacanya dengan sura

keras,

tampak sekali ia

berusaha membacanya dengan keras, Ia terus membacanya

dengan

keras-keras halaman demi halaman, dengan berlinang air

mata.

“Jessi dengar papa baca ya”

selang beberapa kata,..hatinya memohon,.lagi “Jessi

papa

mohon ampun nak”

“papa sayang Jessi”

Seakan setiap kata dalam bacaan itu begitu menggores

lubuk hatinya, tak kuasa menahan itu Budi bersujut dan

menagis,..memohon satu

kesempatan lagi untuk mencintai.

Seseorang yang mengasihi selalu mengalikan

kesenangan dan membagi kesedihan kita,

Ia selalu memberi PERHATIAN kepada kita

Karena ia Peduli kepada kita

ADAKAH “PERHATIAN TERBAIK” ITU BEGITU MAHAL BAGI

MEREKA?

BERILAH “PERHATIAN TERBAIK” WALAUPUN ITU HANYA

SEKALI

Bukankah Kesempatan untuk memberi perhatian kepada

orang-orang yang kita

cintai itu sangat berharga ?

DO IT NOW

Berilah “PERHATIAN TERBAIK” bagi mereka yang kita

cintai

LAKUKAN SEKARANG !! KARENA HANYA ADA SATU KESEMPATAN

UNTUK MEMPERHATIKAN DENGAN HATI KITA

aku ingin semua berubah..

aku bosan dengan hidup seperti ini….seperti robot yang tak memiliki remote…bahkan cenderung lemot dan tidak berbobot,,,weleh…aku ingin semua berubah dan konsisten dengan perubahan itu…

aku pun bosan dengan orang2 yang ada disekitarku…penuh dengan rasa benci dan tak menghargai diriku selayaknya manusia terdidik…mereka menganggap aku seseorang yang bodoh dan gampang mereka hancurkan…hatiku pun hancur,,,fikiranku buyar,,,aku bingung mencari startegi perubahan untuk diriku…

aku tak mungkin kembali ke rumah yang tak menganggapku sebagai anaknya…aku hanya bisa berkunjung kesana…meskipun dahulu sempat aku berniat menjadikan rumah itu sebagai rumah kesayanganku, namun semua impianku sirna ketika orang tuaku dan sodara2ku bahkan tak menganggapku manusia normal…aku sangat terhina,.,,,,

tapi aku sempat kasihan dengan adik2ku yang menjadi korban atas kebinasaan pemikiran orang tuaku dan tak bisa berkreasi secara aktif didalamnya…tapi rasa ingin merubah kondisi ini masih melekat dan mendarah daging pada kalbuku,,,,,namun tak mungkin dengan cara yang sama….

aku sempat berniat memarahi oarang tuaku, tapi tak mungkin aku lakukan!apa bedanya aku dengan mereka….strategi! ya strategi yang aku butuhkan sekarang,…..tapi aku pun belum meracik ramuan apa yang akan kupersembahkan untuk perubahan ini….nafsuku sudah hilang kendali…aku ingin berteriak kepada mereka untuk mau menghormati dan mendengarkan aku…dan aku ingin kondisi hina dan buruk ini berubah untuk kesekian kali! aku tidak suka instan! AKu ingin perubahan yang berarti buatku, buat adik2ku, buat orang2 tersayangku dan buat almamaterku….!