Arsip untukSeptember, 2007

falling in love……

hmmm sesak rasanya mengatakan aku jatuh cinta pada seseorang…
hmmm tak tega aku mengakui bahwa aku tertarik pada seseorang…
bahkan 80% fikiranku hanya untuk dia seorang…..
aku gak mau merasakan cinta yang lebih dalam daripada ini….
selalu saja seperti ini…
kalah dengan perasaan cinta…..

aku menyukai dia layaknya adikku sendiri…
aku ingin memiliki dia…
tapi siapa aku yang berani mempunyai niat seperti itu?
bahkan orang-orang disekitarnya pun tidak demikian…

dia seperti tedy bear yang diperebutkan anak-anak kostan tuisba 25
dia seperti icon yang memberikan keceriaan hidup padaku….

andaikan dia mengerti bahwa aku sangat mencintainya,
apa dia mau mencintaiku…
senyumnya tak akan pernah terlupakan…
bagaikan balck forent yang rasanya akan selalu melekat pada lidahku…
aku mencintainya dan mulain mencintainya untuk pertama kali…
aku ingin melepaskan ini…
tapi seperti ada benteng yang menghalangiku dan berkata…
“jangan….”
aku tahu dia adalah masa kecilku
tapi dia tidak seperti aku
dia adalah dia
aku adalah aku
kenapa dia samakan dengan aku
hanya karena melihat dari satu sisi
tapi tetap aku akan mencintai dia selamanya
semoga dia pun merasakan itu….
bahagia untuknya…

Ramadhan, momentum Penerapan Syariat Islam

Wah tidak terasa kita akan bertemu lagi dengan bulan suci Ramadhan. Dan tiak akan lama lagi suasana disekitar kita akan dihiasi dengan suasana religi umat Islam. Namun, jika kita berkaca pada beberapa Ramdhan yang lalu, apa yang bisa kita petik? Pasalnya, ketika kita menghadapi dan menjalankan ibadah saum dibulan ini, terasa sekali bentuk ritual-ritual nagama yang dijalankan. Bahkan untuk menunjang itu, banyak tempat-tempat maksiat ditutup untuk menghadapi dan melakukan ibadah saum dengan khidmat. Bahkan para artis yang biasanya manggung di club-club, sejenak mereka tobat. Bnamun, setelah Ramadhan berakhir, aktivitas mereka kembali dilakukan.

Suasana seperti ini kerap dialami oleh masyarakat muslim di Indonesia khususnya. Dan mereka seperti mencuci tangan ketika menghadapi Ramadhan itu sendiri dan kembali kotor ketika Ramadhan berakhir. Realita seperti ini seharusnya disadari oleh kaum muslimin, apa gunanya kita melakukan saum dibulan Ramadhan namun setelahnya kembali melkukan maksiat. Tetapi bukan berarti tidak melakukan apa-apa dibulan yang penuh berkah ini.

Kondisi seperti ini merupakan kondisi buruk umat Islam yang tidak akan bisa bangkit hanya dengan ritual agama yang sesaat. Masyarakat muslim harusnya menyadari ketika dia seorang muslim yang beraqidah Islam, segala sesuatu harus disandarkan pada Al-Quran dan Hadits Rasulullah saw. Setelah itu, secara otomatis akan terbentuk kontrol masyarakat dari setiap individu untuk lebih meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt. Tidak hanya dibulan Ramadhan tetapi juga dibulan selain bulan Ramadhan. Dan disini peran negara sangatlah penting demi keberlangsungan ibadah saum yang khidmat. Karena negara memiliki pengaruh besar dalam masyarakat.

Namun, sayangnya umat muslim saat ini tetap masih menganggap saum dibulan Ramdhan itu hanya sekedar ritual sekali dalam setahun. Seharusnya keimanan kaum muslim akan meningkat setelah Ramadhan itu berakhir.Karena disaat Ramadhan, kita akan merasakan suasana yang khidmat beribadah kepada Allah. Dan setelah Ramadhan berakhir, terkadang kita akan merindukan suasana penuh khidmat tersebut. Itu menjadi motivasi buat kita untuk menciptakan suasana tersebut di bulan selain Ramadhan dengan penerapan Syariat Islam.