Wah….Sulit memang jika negara sudah terkapling-kapling seperti Indonesia saat ini. Sudah terkapling-kapling, terdiskriminasi lagi! Gimana ya? Daerahyang banyak kekayaan alamnya dapat menghasilkan pendapatan yang cukup untuk penduduknya meskipun yang terjadi malah pendapatannya yang diambil pemerintah. Tidak jarang juga daerah tersebut malah tidak dapat income. Tidak salah kalau sekarang banyak orang-orang didaerah yang sudah naik pitam! Ya..contohnya saja beberapa waktu lalu dimana banyak bermunculan gerakan-gerakan daerah seperti RMS yang mengibarkan bendera RMS ketika peringatan hari Keluarga nasional XIV di Lapangan Merdeka, Ambon, Jumat pagi(29/06). Dan acara tersebut dihadiri oleh Presiden Susilo. Selain itu, adanya pengibaran bendera organisasi Papua Merdeka (OPM) di Penjara LP Abepura, PApua, dalam rangka HUT OPM pada 1 Juli 1969-2007.(antara.co.id,01/07/07).
Dari dua daerah tersebut, kita mengetahui bahwa daerah-daerah tersebut merupakan daerah yang cukup terdiskriminasi dalam pendistribusian sumber kekayaan alam. Daerah mereka kaya akan sumber daya alamnya. Namun, pemerintah seenaknya saja mengambil SDA tersebut tanpa perhitungan yang jelas. Untuk Papua saja derah tersebut kaya akan emas. Namun, apakah setelah dikelola oleh Freeport atas persetujuan pemerintah, dapat membuat rakyat Papua sejahtera?Jawabannya malah sebaliknya….Rakyat Papua sendiri banyak yang terkena busung lapar. Banyak rakyat Papua yang hidup melarat. Banyak rakyat Papua juga yang terkena negatif dari pengerukan emas tersebut yang berkenaan dengan AMDAL. Selain itu, pendapatan dari Freeport untuk Indonesia hanya diberikan 5% saja dan itupun tidak jelas keberadaanya.
It’s so different if we use Islamic System! Dalam pandangan Islam, kekayaan alam yang menguasai hajat hidup orang banyak, seperti emas, tembaga, gas alam, minyak dan lain-lain, harus dikelola oleh negara. Semua lapisan masyarakat akan mandapatkan bagian, namun sesuai kebutuhannya. Nanti akan dilihat mana masyarakat yang sangat membutuhkan dan mana yang hanya cukup diberikan sedikit saja.
Gerakan separatis semacam itu, tidak hanya dikarenakan faktor ekonomi saja. Jika kita bercermin pada masalah lepasnya Timor Timur yang dikompori oleh Australia, apakah tidak mungkin gerakan separatis yang saat ini muncul merupakan skenario asing juga? Karena seperti yang kita tahu bahwa daerah-daerah seperti Papua, Maluku, Aceh, dan lain-lain, memiliki potensi kekayaan alam yang besar. Dan ini merupakan umpan yang enak bagi asing untuk mengeruk kekayaan daerah-daerah tersebut. Oleh karena itu, Pemerintah harus jeli melihat permasalahan yang saat ini terjadi dan segera mengatasi permasalah tadi, tidak akhirnya membiarkan mengambang dan malah seperti Timor Timur yang memutuskan untuk melepaskan diri dari Indonesia. Hal ini harus cepat dilakukan untuk menjaga keutuhan wilayah dan untuk menciptakan kesejahteraan di setiap daerah. Dan seharusnya, pemerintah yakin bahwa Islam merupakan solusi jitu atas segala permasalahan yang terjadi. Allahuakbar!!!!