Arsip untukMaret, 2007

penjajahan hukum

hmm….ga enak sebenarnya kalo harus cerita mengenai penjajahan secara hukum di Indonesia. Seperti yang kita ketahui, bahwa setiap negara memiliki hukum positifnya masing-masing termasuk Indonesia. Ketika Indonesia dahulu dijajah oleh Belanda, Indonesia dengan ikhlas menerima hukum yang disodorkan oleh kolonial Belanda itu dengan salah satunya adanya BW (burgelijk Wetboek). Dan yang lebih mengena adalah ketika orang-orang pribumi alias orang-orang indonesia harus dengan sukarela tunduk pada hukum eropa dikala mereka berurusan dengan para pejabat yang notabene berada dibawah kekuasaan Belanda. Padahal Belanda dengan strateginya membolehkan orang-orang pribumi menjalankan kehidupannya dengan hukum adat, ya biasalah orang ilang indonesia itu kan kaya dengan khazanah budayanya. Nah, itulah sekelumit sejarah indo yang memang rumit.

Cukup itu saja yang menuliskan sikap kita yang pasrah dengan adanya hukum Eropa yang sejatinya menguntungkan pihak kolonial Belanda untuk menguasai Indonesia. Kita tidak usah merengkuhkah diri dihadapan negara-negara asing yang sebetulnya ingin kembali menguasai Indonesia yang kaya dengan barang tambang, hasil hutan, isi laut, dll, benghar pokokna mah.

Nah, kasus yang saya mau sodorkan kepada anda adalah kasus perkawinan beda agama. Ketika kita dijajah Belanda, udah jelas-jelas Belanda ngejajah kita dari semua aspek kehidupan, termasuk hukum sendiri yang bersifat mengikat setiap warganya. Setiap golongan memiliki aturan main sendiri, namun ketika ada perbedaan maka yang dipergunakan adalah hukum Belanda, contoh zaman kolonial dulu, perkawinan beda agama, beda suku, dll diatur dalam GHR. Namun, setelah 1974, berlaku UU Perkawinan dimana dalam aturan pasal 2 dikatakan dengan jelas bahwa suatu perkawinan akan sah bila sah menurut agama dan kepercayaannya masing-masing. Sedangkan dalam implementasinya, banyak warga indonesia yang nakal yang menikah dengan pasangan yang memiliki agama yang beda…nah sikap yang mereka ambil adalah dengan menikah di negara yang mensahkan secara hukum positif negara tersebut untuk menikah beda agama. Namun, ketika sudah landas di Indonesia, pasal 2 UU No.1 Tahun 1974 itu tak berlaku lagi, karena menurut asas kesopanan (kata dosen Hkm Perselisihanku) negara Indonesia harus menghormati penundukan secara sukarela yang dilakukan oleh warga Indonesia terhadap hukum dinegara lain sehingga mau tidak mau Indonesia bisa melegalkan pernikahan beda agama itu dengan cara tercatat pernikahan mereka di kantor catatan sipil.

Nah, kalo hanya dengan asas kesopanan itu aja Indonesia bisa berbuat sopan dengan negara lain, kenapa negara lain ga bisa menerapkan asas kesopanan itu pada kita????haruskah selalu Indonesia yang mengalah???Nah ini nih kelemahan Indonesia….

solusinya hanya satu….ubah mainset orang-orang indonesia lalu terapkan sistem yang bagus!setuju????

surat lampau dari seorang kakak

klo boleh jujur ya, kamu tuh slalu buat aku teratwa
dengan kepolosan kata-kata kamu dan kejujuran kamu.aku
dengan senang hati anggap kamu adikku ku,klo emang itu
yang kamu mau, sebenarnya aku tuh juga merindukan
kehadiran seorang adik yang kadang bisa diajak serius,
kadang bisa diajak curhat karena aku juga manusia
biasa yang banyak kelemahan, dan kadang bisa diajak
gila seperti kamu ini.klo boleh, mau gak kamu jadi
adik aku??(ini tulus lho ya, so kmu boleh curhat kapan
saja kamu mau, aku slalu berusaha tuk sediakan waktu
buat adikku yang satu ini.
yang terpenting dalam hidup itu kobarkan terus api
semnagat jiwa yang membara, ayo kita bakar dunia ini
dengan api semanat kita tuk hadapai segala rintangan
hidup, karena hekakatnya dunia in adalah tempat ujian
kita tuk hari depan, redup boleh tapi jangan pernah
padam api itu, ok little sister!!!!!
bagaimana pun daya upaya kita tuk menghindar dari
masalah tak akan mampu, karena masalah buklan untuk
dihindari, tapi untuk dijawab dan dihadapi karena
itulah hakekat ujian kita tuk melatih kedewasaan dan
kebijakan pola pikir kita dalam melihat kehidupan ini
denan sebijak-bijaknya.

GO CUPI GO…..GO CUPI ……GO CUPI……

kwakakakakakakak memang sulit kalo punya kakak tapi belum pernah ketemu:D
jangan dituruti ok!

Maunya Diadu Domba

Lagi-lagi kaum muslim kembali diadu domba. Kali ini negara dengan negara yang tahun lalu memperebutkan ambalat. Memang sulit kalau punya tetangga yang ga pernah akur, Malaysia yang berada dibawah naungan negara-negara persemakmuran seperti Inggris dan konco-konconya mencoba untuk membuat perseteruan ini semakin panas. Hal ini dipicu oleh Petronas, perusahaan minyak milik Malaysia yang memberikan konsensi pengeboran minyak lepas pantai Sulawesi yaitu Ambalat kepada Shell (perusahaan milik Inggris dan Belanda).
Udah tau yang dibelakang Malaysia tuh orang-orang kapitalisme yang haus dengan sumber kekayaan alam negara-negara muslim, masih aja mau diadu domba. Seharusnya Malaysia dan Indonesia bisa menyelesaikan permasalahan ini dengan damai(dialog/diplomasi) bukannya melakukan kontak senjata. Apalagi Malaysia dan Indonesia itu kan negeri-negeri yang mayoritas penduduknya agama Islam, dimana sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara. Kayaknya masih banyak gitu loh permasalahan kaum muslim yang lebih penting dari ini. Seharusnya semua kaum muslim didunia bersatu supaya tidak diadu domba oleh pihak-pihak yang berkepentingan (Inggris, AS, dan konco-konconya). Andai saja kita punya sebuah kekuatan dalam bentuk sebuah konstitusi yaitu negara, pasti kejadiannya tidak akan seperti ini.

surat yang aneh….

untuk mengatakan betapa aku takut kehilangan sahabt
apakah aku terlalu mengengam rasa?
perasaan dalam hati ini , sejujurnya padamu sahabt
dan apakah aku ……., untuk mengisi pikiranmu
padahal, bukankah pikiranmu masih terisi kenangan, yang belum sempat hilang ?
ku bisa merasa kan bagaimana rasa hati (hati ayam..heeeeee),
pasti bagai digilas banyak keraguan
antara kenanganmu dan aku
semuanya terlewat dan menghilang begitu saja
memang aku tidak punya apapun yang lebih indah
untuk bisa mengisi hati yang lain
kenanganmu pasti lebih indah dari kata-kataku
dan kenanganmu pasti lebih mesra dari smsku,e-mailku…
aku, seperti hanya lah apa?
memandang dan berharap
untuk kau rindui
dan untuk kau temani
dalam satu sisi kehidupan
sahabt dan kenanganmu
apakah kita masih sahabt?
salahku kah ?, memang aku bersalah, yang tak pandai berkata2
begitu juga dengan hal yang lainya,,,.,.,.,
sahabt????maafkan ya”
ga ada maksud tuk melukaimu
ga ada maksud tuk meninggalkan mu
ga ada maksud tuk melupakanmu
hanya saja, sesuatu saja,,,,,,,,

tolong jangan diikuti hehehehe

orang sunda…………..

mapay jalan satapak..
ngajungjung ka hiji lembur…
henteu karasa capena……..
sabab aya anu di teang….

itulah sepenggal lagu yang saya dengar pas naik angkot menuju toko buku gramedia. tragis emang…lagu ini mengingatkan saya kepada teman, ceritanya ini tu lagu kebangsaan dia jika ada waktu kosong untuk nyanyi. DAn sekarang tu anak lagi terdampar tak berdaya dalam dinginnya hari.
Aktivitas yang biasanya dilakukannya dengan ceria sekarang harus dilakukan secara tak berdaya dengan panas yang tinggi, kasian sekali anak itu.

Setiap pagi Biasanya saya sering mendengarkan suara dia yang tidak terlalu merdu tapi cukup untuk bisa mengocok perut saya dan memancing saya untuk bernyanyi pula. Tapi sekarang setiap pagi dia tidur lagi dan tidur lagi dan tidur lagi. Dan ketika saya pulang kuliah, saya mendapati badannya yang panas sekali, kasian ade kecilku………

Mohon doakan dia supaya lekas sembuh:)

kawan…..

sedih banget ya ketika kawan2 kita mulai pergi satu persatu….
ketika kita ingin merasakan kedekatan dengan mereka….
ketika kita mulai menyadari arti kehadiran mereka…
ketika kita mulai ingin memahami dan mengenal mereka lebih dekat…
ketika kita ingin menyemangati mereka dalam setiap kondisi….
mereka pergi tanpa melambaikan tangan dan mengucapkan selamat tinggal atau apalah itu….
aku tak tahu apakah ini akan terjadi pada kawan2ku yang lain???
aku sedih sekali….!!!sesak nafasku mendengar kabar tersebut, melihat mereka diujung jalan sana hanya sendiri tanpa kutemani…hanya dengan keceriaan mereka yang kuyakin menggantung tanpa arah dan tujuan…
andaikan bisa, aku ingin menarik mereka, memeluk mereka, dan berkata bahwa aku mencintai mereka karena Allah dan aku tak mau kehilangan mereka…haruskah aku kehilangan kawan2ku satu persatu????

ga Ya Rabb….